LONG HUBUNG – KABARMAHULU.COM
Sejak Kabupaten Kutai Barat berdiri, masyarakat Kampung Lutan di Kecamatan Long Hubung menilai pembangunan berjalan cukup baik. Sejumlah proyek pembangunan dilaksanakan di wilayah kampung di tepian Sungai Mahakam ini.
Hal ini disampaikan warga Lutan saat tatap muka bersama Bupati Kubar, Rama Alexander Asia di gedung SDN 03 Lutan pada Selasa, 17 Januari 2006.
Melalui Kepala Kampung Lutan, Taniah Syukur, warga berharap peningkatan pembangunan di tahun 2006. Sebelumnya telah dilaksanakan semenisasi jalan kampung. Kemudian pembangunan gedung sekolah dasar dan satu paket ruang tunggu kapal beserta rakit dan jamban di tengah kampung.
Warga berharap ada upaya pemerintah mengatasi kurangnya mata pencaharian yang selama ini mengandalkan hasil hutan. “Kami berterimakasih atas pembangunan yang sudah berjalan di kampung kami. Namun tetap berharap di tahun 2006 ini lebih ditingkatkan,” katanya.
Untuk itu seluruh warga berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di bawah pimpinan Rama Asia.
Secara pribadi, H Edi Jangkat berterimakasih. Karena menjadi salah seorang dari 18 warga Kubar yang dibiayai pemerintah untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, Januari 2005 lalu.
“Kalau biaya pribadi mungkin saya tidak sanggup. Tapi berkat program pemerintah di bidang peningkatan kerohanian. Saya bisa menunaikan rukun Islam yang ke lima bersama 90 jamaah asal Kubar tahun lalu,” ucapnya di sela acara dialog.
Rama Asia menjelaskan, periode yang akan datang pembangunan akan dititikberatkan pada pembangunan berbasis ekonomi. Setelah enam tahun masa pemerintahannya masih mengutamakan pembangunan ibukota kabupaten.
Alasannya, berdasarkan Undang Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang pemekaran kabupaten baru yang menyatakan Kabupaten Kutai Barat ibukotanya Sendawar. Sementara Sendawar sendiri belum ada sebagai sebuah kota, sehingga tujuan awal dari pemerintahannya membuat Sendawar betul-betul menjadi sebuah kota.
Berbeda dengan Kutai Timur, beribukota Sangatta yang sudah merupakan sebuah kota. Maka untuk ke depan akan berkonsentrasi pada empat poin pembangunan. Yaitu, modernisasi kampung, pemberdayaan perempuan, pemuda dan olahraga serta ekonomi kerakyatan.
Pertanian adalah potensi besar di Kubar yang akan dikembangkan dengan sistem pertanian moderen. Rama meminta warga siap membuka lahan-lahan tidur untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. “Jangan terbuai oleh alam yang memanjakan. Mari kita buka lahan tidur untuk dijadikan produktif dengan pertanian dan perkebunan,” ujarnya.
Disebut menjadi pelapor atas kegiatan pembalakan hutan di Kubar, Rama Asia membantah. Kehadiran Tim Illegal Logging yang merazia pembalakan hutan di Kubar bukan berawal dari laporannya.
Masalah illegal logging, disebut terjadi bukan hanya di Kubar, tapi d seluruh Indonesia. Adanya perintah penangkapan bukan hasil laporannya ke Presiden, namun kebijakan pemerintahan SBY yang memandang Illegal Logging sudah sangat merugikan negara.
“Tidak benar kalau ada yang mengatakan saya melaporkan illegal logging ke Presiden. Itu adalah upaya seseorang menghasut masyarakat agar mengesankan, saya yang membuat rakyat susah,” tambahnya.
Masyarakat Kampung Mamahak Teboq senada dengan warga Lutan. Mereka juga sangat berterimakasih atas apa yang sudah Rama lakukan dalam pembangunan di Kubar, khususnya Mamahak Teboq.
Pembangunan beberapa jembatan baru di jalan dalam kampung telah memperindah suasana dan memudahkan mereka bila berjalan-jalan di kampung. Sumbangan Rama sebesar Rp15 juta untuk pembangunan Awaq Ayaq (Teras Besar) sebagai Balai Adat warga diapresiasi.
Hal itu meningkatkan kebudayaan karena balai dijadikan tempat untuk melatih kesenian tradisional. Serta wadah berkumpul seluruh warga adat bila hendak atau dalam melaksanakan acara adat.
Rama Asia datang bersama Staf Khusus Bidang Pembangunan H Encik Mugnidin, Plt Sekda Kubar Valentinus Tingang, dan Kepala Dinas Perhubungan Abednego. Hadir juga Kadis Kebudayaan dan Pariwisata HM Battan, Kadis Pendidikan Nasional Stanislaus Liah, Kepala Bagian Humas Toni Imang dan anggota DPRD Kubar dari Partai Pelopor Ding Japri. #Sonny Lee Hutagalung








Komentar